saya:Moh N Kholifatul A mengucapkan terima kasih atas Kunjungannya

Wednesday, 1 October 2014

Sejarah Penemuan Virus

Sejarah Penemuan Virus
Dalam lima dekade terakhir, beberapa kali dunia telah diserang oleh wabah virus menakutkan.
Pada tahun 1967, terjadi sebuah wabah virus mematikan yg kemudian disebut virus Marburg. Penderita pertamanya adalah seorang pekerja pabrik vaksin Behringwerke di Marburg, Jerman. Pekerja tersebut menangani binatang-binatang percobaan untuk membuat vaksin, terutama monyet-monyet tertentu dari Afrika Tengah.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1976, wabah virus kembali menyerang. Serangan utamanya terjadi di Afrika Tengah, dan di tepian sungai Ebola. karenanya, virus tersebut diberi nama virus Ebola. Lima tahun kemudian, lagi-lagi dunia dikejutkan oleh munculnya serangan virus mematikan penyebab penyakit AIDS, HIV. Virus ini diduga berasal dari sejenis monyet di Afrika Tengah.

Selanjutnya, pada tahun 2003, dunia dihebohkan lagi oleh penyakit yg disebut sebagai SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Virus penyebab penyakit tersebut datang dari provinsi Guangdong, Cina. Setelah melalui beberapa penelitian, diduga penyakit tersebut disebabkan oleh sejenis virus dari kelompok Coronavirus, yaitu virus RNA yg berbentuk bulat seperti korona (Mahkota).

Tahukah kamu bahwa persinggungan antara manusia dengan virus tanpa disadari sebenarnya sudah terjadi sejak ribuan tahun yg lampau? Sekitar tahun 400 SM, penyakit rabies yg sekarang diketahui penyebabnya adalah virus, telah diketahui oleh Aristoteles dan Celius Aureliarus. Pada waktu itu, penyakit tersebut bernama hydrophobia (hydro= air, phobia=takut).

Awal pengamatan virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yg menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak.

Pada tahun 1883, seorang Ilmuan Jerman bernama Adolf Mayer, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yg ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yg sakit.
Karena tidak berhasil menemukan mikroba di dalam getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yg tidak dapat dilihat dengan mikroskop.

Pada tahun 1892, Ilmuan asal Rusia, Dimitri Ivanowsky menemukan bahwa getah daun tembakau yg sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan. Yg pertama, bakteri penyebab penyakit tersebut sangatlah kecil, sehingga masih dapat melewati saringan, atau kemungkinan kedua, bakteri tersebut mengeluarkan toksin yg dapat menembus saringan.

Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yg sudah disaring tersebut dapat bereproduksi, karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antar tanaman. Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan sejenis cairan hidup pembawa penyakit.

Setelah itu, pada tahun 1898, dua orang Ilmuan, Lneffler dan Frosch melaporkan bahwa penyakit mulut dan kaki sapi dapat melewati filter yg tidak dapat dilewati bakteri. Namun demikian, mereka menyimpulkan bahwa patogennya adalah bakteri yg sangat kecil.

Pendapat Beijerinck baru terbukti pada tahun 1933, setelah Wendell Stanley dari Institute of Rockefeller (USA) berhasil mengkristalkan suspensi partikel virus dari ekstrak daun tembakau. Virus ini merupakan virus yg pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron pada tahun 1939 oleh Ilmuan Jerman, G.A. Kavsche, E. Pfonhuch dan H.Ruska. Pene

0 comments:

Post a Comment

Sumber : http://masnir.blogspot.com/2013/10/cara-membuat-fanpage-melayang-dengan.html#ixzz2vjKoNrsr